Kamera saku tak pernah absen dari genggamannya; ia adalah kawan setia ke mana pun kaki melangkah.
Sebagai putra seorang diplomat militer, Judy beruntung dapat melintasi berbagai belahan dunia.
Perjalanan itu menumbuhkan kecintaannya pada lanskap, garis horizon ciptaan Tuhan, hingga harmoni arsitektur klasik dan modern yang ia abadikan dalam bingkai lensa.
Baginya, merekam gambar dalam keterbatasan bingkai justru memberikan makna yang jauh lebih dalam dibandingkan pandangan mata yang tanpa batas.
Seiring waktu, ia tak hanya menyukai batasan ruang, tetapi juga kejujuran warna hitam dan putih. Baginya, monokrom adalah bahasa visual yang paling lugas dan jujur.
Melalui kamera kesayangannya, Judy terus berkarya, menciptakan dunia dalam setiap jepretan.
Selamat menikmati karya-karya menakjubkan ini. Selamat menyelami ide dan kedalaman makna yang tersirat di dalamnya.
